Kawasaki Versys 1000 SE 2021, Pakai Suspensi Skyhook


Motor adventure terbaru, Kawasaki Versys 1000 SE 2021 resmi meluncur di Jepang. Kuda besi ini mendapat beberapa penyegaran, sehingga tampilan dan rasa berkendaranya semakin menyenangkan.

Ubahan utama, hadir dari sektor suspensi. Kini menggunakan Showa Skyhook EERA (electronically controlled ride adjust). Dengan demikian, bantingannya diklaim semakin berkualitas dibanding model lama.

Apa itu suspensi skyhook? Sebagai gambaran, bobot motor saat melewati jalan bergelompang ditopang oleh pengait imajiner. Jadi seolah-olah bodi motor tidak berguncang sama sekali, karena yang bekerja mengatur bantingan adalah suspensinya.

“Mengombinasikan komponen suspensi canggih dengan teknologi pengaturan elektronik terbaru,” seperti dikutip dari laman Kawasaki Jepang.

Lebih istimewanya lagi, suspensi tersebut dapat diatur secara elektronik untuk preload di bagian belakang. Ada tiga mode yang dapat dipilih: berkendara sendirian, berkendara dengan barang atau boncengan, serta berkendara dengan barang sambil berboncengan.

Suspensi belakang motor Kawasaki Versys 1000 SE terbaru menggunakan Showa BFRC lite yang lebih ringan dan ringkas dibanding BFRC konvensional. Kualitas bantingan serta cengkeraman ke jalan juga sudah ditingkatkan.

Lalu untuk suspensi depan pakai Showa inverted cartridge atau upside down. Panjangnya 150 mm, sehingga pengendara tidak perlu takut mentok ketika menikung di jalan bergelombang.

Ingin tahu lebih detail soal spesifikasi Kawasaki Versys 1000 SE 2021? Simak bahasan di bawah ini:

Aksesori Khas Touring di Versys 1000 SE Terbaru

Panel instrumen Versys 1000 SE pakai layar TFT warna-warni, serta bisa terkoneksi smartphone

Bicara detail spesifikasi Kawasaki Versys 1000 SE 2021 di Jepang, sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan model yang meluncur lebih dulu di Eropa pada 2020. Di samping penggunaan teknologi suspensi skyhook, ubahan lain yang tampak adalah warna dan grafis terbaru.

Masih pakai kombinasi hijau dan hitam, tapi dibuat lebih dewasa. Kelirnya kini menggunakan emerald blaze green dan metallic diablo black. Ada pula tulisan Versys agak besar di fairing samping.

Kemudian untuk yang lain, kurang lebih sama dengan model lama. Ada windshield besar yang bisa diatur ketinggiannya 45 mm ke atas dan ke bawah. Hadir pula tuas rem dan kopling yang bisa diatur kekerasannya, LED cornering light, standar tengah, kover tangan, pemanas grip, dan pengunci helm.

Spesifikasi Kawasaki Versys 1000 SE semakin menarik lewat kemunculan panel instrumen full-color TFT LCD yang bisa terkoneksi smartphone. Di sana pengendara bisa mengetahui berbagai informasi seperti speedometer, posisi gigi transmisi, bank angle, suhu, dan lain-lain.

Tangki motor juga dibuat begitu besar dengan kapasitas hingga 21 liter. Kawasaki mengklaim dalam kondisi penuh, motor touring ini bisa diajak berkendara hinggga 400 Km tanpa perlu mengisi bensin lagi di tengah jalan. Buat yang mau melakukan perjalanan jauh, Kawasaki pun menyediakan opsi aksesori berupa boks samping dan boks belakang.

Performa Mesin yang Nyaman untuk Perjalanan Jauh

Kawasaki Versys 1000 SE 2021
Suara mesin empat silinder Kawasaki Versys 1000 SE mampu membuat rasa berkendara semakin menyenangkan

Kawasaki Versys 1000 SE 2021 mengandalkan jantung mekanis 1.043 cc, empat silinder. Jantung mekanis motor adventure ini bisa melontarkan torsi 102 Nm pada 7.500 rpm dan tenaga maksimal 120 PS pada 9.000 rpm. Padananya adalah transmisi manual 6-percepatan.

“Mesin Versys 1000 SE menghadirkan response throttle yang presisi, torsi besar di putaran bawah hingga menengah, dan suara intake yang atraktif, sehingga pengendara bisa merasakan kesenagan berkendara,” seperti dikutip dari laman Kawasaki Jepang.

Pabrikan geng hijau juga menyertakan berbagai peranti elektronik. Sebut saja Kawasaki Cornering Management Function (KCMF), Kawasaki Traction Control (KTRC), Kawsaki Intelligent Anti-Lock Brake System (KIBS), Kawasaki Quick Shifter (KQS), serta electronic cruise control.

Tertarik punya Versys 1000 SE terbaru? Motor ini dijual 1.991.000 yen atau setara Rp 260 jutaan. Kalau masuk Indonesia nanti, kemungkinan harganya bakal lebih mahal, bisa tembus Rp 400 jutaan. Untuk informasi terbaru dan terlengkap seputar otomotif, pantau terus Moladin.

Tinggalkan komentar