Sebab Awal Kerusakan Transmisi Matic

 Sebab Awal Kerusakan Transmisi Matic

Tren penggunaan transmisi matik pada kendaraan beroda empat di Indonesia meningkat. Pengoperasiannya pun lebih gampang ketimbang yang manual, tanpa harus menginjak pedal kopling. Kendati begitu, bukan berarti insan tidak sanggup melaksanakan kesalahan. Dan, sikap salah sanggup menciptakan usia pakai transmisi matik menjadi lebih singkat.

Ada kelalaian-kelalaian kecil, walau tidak fatal, menjadi awal kerusakan transmisi matik. Seperti apa kelalaian tersebut?

* Tidak memindahkan tuas ke N. Saat berhenti usang di tengah kemacetan atau ketika lampu merah, terkadang pengemudi terus memanteng tongkat transmisi pada posisi D. Kondisi ini menciptakan transmisi bekerja ekstra karena harus bekerja ketika suplai udara segar terbatas. Jika berhentinya lebih 60 detik, segera pindahkan transmisi ke N biar pelumas tidak meningkat drastis.

* Tancap gas masuk ke D. Saat mengantre di lampu rambu, begitu tanda hijau menyala, kerap pengemudi pribadi memindahkan tongkat ke D dan pribadi menginjak pedal gas. Padahal, transmisi perlu waktu untuk melaksanakan proses engage dengan memindahkan tekanan fluida ke arah torque converter. Jika kebiasaan ini sering dilakukan maka katup selenoid di dalam rumah transmisi gampang rusak.

* Sering melaksanakan engine brake. Untuk memperoleh imbas engine brake, boleh dipakai pada gigi rendah. Namun, perpindahan dilakukan pada ketika putaran mesin di 3.000 rpm. Sebab, jikalau di atas itu, sanggup terjadi hard friction dan akan mengurangi umur pakai kopling gesek di dalam trasmisi.

* Pindah posisi dari D ke R. Memindahkan tuas persneling dari D ke R (hendak parkir) perlu kecepatan tangan. Namun, jikalau dilakukan dengan kasar, maka transmisi konvensional sanggup berakibat kerusakan pada planetary gear dan one way clutch. Sementara komponen di luar transmisi yang terpengaruh ibarat cross joint pada as kopel, engine mounting dan as roda (penggerak roda depan).

* Menahan transmisi di gigi 1. Kebutuhan engine brake di jalanan menurun curam atau performa akselerasi di jalanan tanjakan, tentu butuh gigi 1. Tapi, sebaiknya kondisi ini dilakukan seperlunya saja dan dihindari ketika menghadapi kondisi jalan normal (rata). Sebab, beban kopling semakin berat. Apalagi jikalau dilanjutkan ke gigi tinggi pada transmisi otomatis konvensional yang masih memakai katup. Bisa menciptakan performa komponen per di balik akuator piston sanggup bermasalah akhir tekanan berlebihan

Belum ada Komentar untuk "Sebab Awal Kerusakan Transmisi Matic"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel